🇮🇩 Blog IOG: Interchains: menghubungkan Cardano ke masa depan multi-chain

Versi dokumen orisinal: Interchains: connecting Cardano to a multi-chain future
Dipublikasikan pada tanggal 19 Desember 2025
Ditulis oleh Fergie Miller


Interchains: Menghubungkan Cardano ke Masa Depan Multi-Chain

Seiring dengan semakin matangnya dan beragamnya ekosistem blockchain, kemampuan untuk mentransfer aset, data, dan komputasi lintas chain tanpa mengorbankan keamanan menjadi hal yang sangat penting. Sesi ini membahas agenda riset interchain Cardano, dengan menyoroti fondasi arsitektural yang diperlukan untuk mentransformasi Cardano menjadi sebuah ekosistem multi-chain yang terhubung secara mulus.

Pada edisi kelima dari sesi Cardano R&D – sebuah seri bulanan yang menampilkan riset dan pengembangan terdepan – Input | Output Research (IOR), bekerja sama dengan Intersect Research Working Group, menyelenggarakan sebuah diskusi mendalam tentang masa depan interoperabilitas di dalam ekosistem Cardano. Dengan menghadirkan para panelis dari berbagai proyek terkemuka di seluruh ekosistem, sesi ini membahas riset yang menjadi fondasi kemampuan interchain Cardano, prioritas rekayasa (engineering) yang muncul dari hal ini, serta bagaimana Cardano dapat memainkan peran kunci dalam transisi yang lebih luas menuju sebuah internet blockchain multi-chain.

Visi Interchains

Membuka sesi, Fergie Miller, direktur kemitraan riset di IOG, memaparkan program riset Cardano Vision – sebuah agenda strategis lima tahun yang mengoordinasikan 34 alur riset jangka panjang di sembilan bidang tematik, termasuk Interchains. Ia menekankan bahwa nilai teknologi blockchain kini semakin tidak terletak pada jaringan yang terisolasi, melainkan pada sebuah jalinan sistem berdaulat yang saling terhubung dan mampu berbagi likuiditas, identitas, serta komputasi. Namun, upaya interoperabilitas di masa lalu telah menunjukkan betapa rapuhnya protokol lintas chain jika tidak berlandaskan asumsi keamanan yang ketat. Lebih dari 2 miliar dolar AS telah hilang akibat eksploitasi bridge, yang menegaskan perlunya pendekatan yang secara fundamental berbeda.

Riset Interchains Cardano bertujuan menjawab tantangan-tantangan ini dengan memungkinkan koneksi yang aman dan minim kepercayaan (trust-minimized) dengan blockchain lain, jaringan mitra, serta sistem off-chain – tanpa mengorbankan sifat inti Cardano berupa desentralisasi, keberlanjutan, dan keamanan. Pekerjaan ini dibagi ke dalam beberapa alur riset, termasuk trustless state proofs & bridges, DApp lintas chain dan oracle yang menjaga privasi, infrastruktur light client yang diberi insentif, kerangka peluncuran token yang berkelanjutan, serta inovasi konsensus generasi berikutnya yang sesuai untuk ekosistem yang saling teroperasikan. Secara bersama-sama, alur-alur ini membangun fondasi ilmiah yang diperlukan agar Cardano dapat menjadi sebuah hub interoperabilitas, bukan sekadar sebuah chain yang terisolasi.

Cardinal: membuka potensi Bitcoin untuk Cardano

Salah satu sorotan sesi ini adalah presentasi dari Jesús Díaz Vico, lead applied cryptography, mengenai Cardinal, sebuah bridge minim kepercayaan (trust-minimized) yang menghubungkan Bitcoin dan Cardano. Cardinal merepresentasikan langkah besar untuk memungkinkan likuiditas Bitcoin yang sangat besar digunakan secara aman di dalam lingkungan DeFi Cardano. Berbeda dengan desain bridge sebelumnya yang sering bergantung pada kustodian terpusat atau mengharuskan mayoritas operator tetap jujur, jaminan keamanan Cardinal tetap utuh bahkan jika semua operator kecuali satu berperilaku jahat. Cardinal juga menjaga kepemilikan Bitcoin ketika proses bridging balik dilakukan – sebuah properti yang, menurut Díaz Vico, ternyata sangat jarang ada pada bridge yang sudah eksis sekarang, dan yang menghindari masalah seperti koin tercemar (tainted coins) dan ketidakjelasan kustodi.

Protokol ini bekerja dengan cara mengunci Bitcoin, mencetak representasi wrapped-nya di Cardano, dan memungkinkan pengguna membakar (burn) token tersebut untuk mengambil kembali koin asli mereka. Model ini memungkinkan Bitcoin – yang secara historis merupakan aset pasif dan tidak dapat diprogram – digunakan di dalam arsitektur extended UTXO Cardano (EUTXO), di mana smart contract dapat mengorkestrasi aktivitas seperti lending, staking, dan interaksi kompleks multipihak. Cardinal menunjukkan bagaimana riset yang ketat, bukti formal, dan desain sistem yang pragmatis dapat menjembatani aset lintas chain tanpa mengekspos pengguna pada risiko yang berlebihan.

Ekonomi interoperabilitas dan insentif sistem

Paolo Penna, research fellow di IOG, memperluas cakupan sesi dengan mengkaji aspek ekonomi dari interoperabilitas. Risetnya tentang Airdrop Games memberikan sebuah kerangka matematis untuk memberi insentif partisipasi dalam sistem baru melalui distribusi token. Airdrop, jelas Penna, bukan sekadar alat pemasaran – melainkan mekanisme untuk menyelaraskan insentif dan melakukan bootstrap ekosistem. Karyanya mengevaluasi bagaimana parameter seperti ambang distribusi token dan biaya kontribusi menentukan apakah sebuah sistem akan menuju adopsi atau justru runtuh ke dalam kondisi tidak aktif.

Wawasan ini menjadi panduan bagi tokenomics di balik inisiatif interoperabilitas Cardano, di mana ekosistem baru dapat berbagi keamanan dan likuiditas Cardano tanpa harus bersaing memperebutkan sumber daya. Dari perspektif riset, insentif sama pentingnya dengan jaminan kriptografis: sebuah protokol yang aman tetapi gagal memberi insentif partisipasi tidak akan bertahan, dan sebuah sistem yang diberi insentif tetapi tidak memiliki keamanan tidak akan dapat diskalakan. Memahami keseimbangan ini merupakan fondasi utama dalam merancang sebuah jaringan di mana banyak chain dapat saling bekerja sama alih-alih terfragmentasi.

Menuju infrastruktur interchain native

Diskusi panel yang dimoderatori oleh Fergie Miller mengeksplorasi implikasi interoperabilitas bagi ekosistem secara lebih luas. Karmel Elshinnawi, head of product, memaparkan inisiatif partner chains, yang menyediakan sebuah kerangka kerja untuk meluncurkan chain yang dirancang khusus dan dapat berinteraksi secara native dengan Cardano serta satu sama lain. Alih-alih memerlukan bridge khusus yang dibuat terpisah-pisah, partner chains mewarisi keamanan, memperoleh manfaat dari likuiditas bersama, dan dapat mengomposisikan layanan seperti privasi, identitas, atau komputasi terspesialisasi tanpa perlu menduplikasi infrastruktur. Sebagai contoh, sebuah gaming chain dapat memanfaatkan Midnight untuk privasi, melakukan penyelesaian hasil (settlement), lalu kembali ke lingkungannya sendiri – tanpa mengekspos pengguna pada alur bridging yang kompleks dan berpotensi berisiko.

Head of product Midnight, Mauricio Magaldi, menjelaskan bagaimana budaya industri telah bergeser dari pola pikir “chain saya versus chain Anda” menuju mentalitas multi-chain yang lebih kolaboratif. Ekosistem blockchain awal sangat bersifat tribal, dengan komunitas yang saling bersaing dalam narasi dan performa token. Saat ini, fokusnya semakin bergeser pada bagaimana berbagai teknologi dapat saling melengkapi. Peran Midnight dalam lanskap tersebut adalah menjadikan privasi sebagai sebuah primitive bersama, bukan fitur yang spesifik pada satu chain saja. Melalui cross-chain messaging, protokol berbasis intent, dan konsep-konsep baru seperti chain abstraction, Midnight bertujuan menawarkan layanan privasi kepada aplikasi apa pun tanpa memandang asalnya, sehingga pengguna dapat memperoleh manfaat dari alur kerja yang bersifat rahasia sambil tetap menjadi bagian dari ekosistem pilihan mereka.

Mauricio juga menguraikan desain ekonomi Midnight sebagai sebuah partner chain. Pada tahap awal dibangun di atas staking ADA, Midnight memperluas keamanan Cardano sambil memperkenalkan model dua token dengan NIGHT sebagai value token dan DUST sebagai sumber daya komputasi. Seiring waktu, tim membayangkan untuk mengintegrasikan gagasan konsensus multi-resource dari Minotaur, yang memungkinkan protokol diamankan tidak hanya oleh ADA, tetapi juga oleh NIGHT dan berpotensi aset lain seperti Bitcoin atau Ethereum. Dalam model ini, kepemilikan NIGHT secara efektif dapat memberi builder dan pengguna akses “selalu aktif” ke kemampuan privasi Midnight, sementara DUST merepresentasikan konsumsi sumber daya yang berjalan di balik layar. Desain ini berupaya menyelaraskan keberlanjutan ekonomi jangka panjang dengan pengalaman pengguna yang sederhana, di mana keamanan, privasi, dan fungsionalitas interchain tertanam secara implisit di latar belakang.

Membangun permintaan dunia nyata dan likuiditas bersama

Sheldon Hunt, pendiri dan CEO Sundial Protocol, membawa perspektif pelengkap dari sisi DeFi dan layer 2. Ia menjelaskan bahwa tribalism tidak hanya memudar secara kultural, tetapi juga secara praktis, seiring semakin layaknya strategi multi-chain. Secara historis, proyek-proyek yang mencoba beroperasi di banyak chain kerap menghadapi fragmentasi likuiditas dan ekspektasi yang saling bertentangan terkait loyalitas terhadap satu ekosistem “rumah”.

Saat ini, tooling yang semakin baik dan pola pikir yang lebih kooperatif membuat perancangan protokol lintas jaringan menjadi jauh lebih mudah. Pendekatan Sundial adalah “berdiri di atas bahu para raksasa” dengan memanfaatkan keamanan Cardano dan model EUTXO, sambil menargetkan Bitcoin DeFi. Alih-alih menerbitkan token baru, Sundial berfokus membuka nilai laten pada aset yang sudah ada, seperti bitcoin, ada, dan ke depannya NIGHT serta DUST milik Midnight. Dengan perkiraan bahwa mayoritas bitcoin saat ini menganggur, bahkan mengalihkan sebagian kecil saja ke DeFi yang aman dan terhubung dengan Cardano, merupakan peluang komersial yang signifikan – sekaligus contoh konkret bagaimana interchains dapat diterjemahkan menjadi permintaan ekonomi yang nyata.

Dari sisi infrastruktur lintas chain, Dr. Weijia Zhang dari Wanchain (WAN Bridge) menekankan baik peluang maupun tantangan yang masih tersisa. Blockchain, ujarnya, pada awalnya dirancang sebagai silo, bukan sebagai rekan dalam sebuah percakapan. Misi Wanchain adalah mengubah hal tersebut dengan membangun tiga jenis bridge utama: messaging bridges yang mentransmisikan data dan peristiwa, token bridges yang memungkinkan transfer aset, dan command bridges yang memungkinkan sebuah transaksi di satu chain memicu eksekusi di chain lain.

Namun, keamanan tetap menjadi perhatian utama. Relatif mudah membangun sebuah bridge, tetapi sangat sulit membuatnya cukup tangguh untuk menahan serangan yang canggih, terutama ketika chain yang dihubungkan memiliki perbedaan dalam model finality, kurva kriptografi, dan semantik smart contract. Zhang menyoroti pentingnya pekerjaan yang sedang berlangsung terkait standar interoperabilitas, identitas jaringan bersama, dan implementasi referensi open-source sebagai langkah krusial menuju sistem interchain yang lebih aman dan dapat diprediksi. Ia juga menandai tantangan-tantangan yang mulai muncul, seperti ketahanan terhadap komputasi kuantum serta kebutuhan untuk merancang bridge yang dapat berevolusi seiring perkembangan fondasi kriptografi dari chain-chain yang mereka hubungkan.

Masa depan Cardano yang saling terhubung

Sesi ini ditutup dengan diskusi yang berorientasi ke masa depan tentang seperti apa dunia multi-chain dalam lima tahun ke depan. Sebagian peserta membayangkan sebuah jejaring jaringan berdaulat yang dipersatukan oleh primitive bersama. Yang lain memprediksi sebuah arsitektur modular, di mana sistem-sistem terspesialisasi terhubung ke Cardano untuk mendapatkan keamanan, likuiditas, atau privasi. Dari berbagai perspektif tersebut, satu tema tetap konsisten: komitmen Cardano terhadap pengembangan yang digerakkan oleh riset menempatkannya pada posisi untuk memimpin transisi ini, bukan dengan menyerap ekosistem lain, melainkan dengan memungkinkan mereka saling berinteroperasi secara aman.

Interchains menggeser Cardano melampaui paradigma satu jaringan. Ia meletakkan fondasi bagi sebuah ekosistem blockchain di mana aset dapat bergerak bebas, aplikasi dapat mengonsumsi data dan fungsionalitas dari berbagai jaringan, dan partner chains dapat memperluas kapabilitas Cardano tanpa mengencerkan model keamanannya. Jika Ouroboros mendefinisikan bagaimana Cardano mencapai konsensus, maka interoperabilitas mendefinisikan ke mana konsensus tersebut terhubung.


Cardano R&D sessions terus berlangsung pada hari Selasa pertama setiap bulan, mempertemukan para peneliti, insinyur, dan kontributor ekosistem untuk mengeksplorasi teknologi yang membentuk masa depan jangka panjang Cardano.