Satu tahun. Rasanya seperti baru kemarin saya pertama kali duduk di kursi virtual sebagai anggota Membership and Community Committee (MCC) di Intersect MBO. Kini, setelah setahun penuh terlibat, saya bisa berkata jujur: ini adalah pengalaman yang luar biasa.
Menjadi bagian dari organisasi tata kelola Cardano di bawah naungan Intersect MBO bukanlah sekadar posisi. Ini adalah kepercayaan. Saya terlibat dalam berbagai proses diskusi dan voting untuk menentukan berbagai hal yang harus kami buat untuk komunitas Cardano. Setiap suara, setiap pertimbangan, rasanya berat karena menyangkut kebutuhan banyak orang. Namun, justru di situlah letak luar biasanya. Saya memiliki hak istimewa sebagai seorang Cardano Ambassador Indonesia. Saya tidak hanya berbicara atas nama diri sendiri, tetapi juga membawa serta suara dari komunitas di tanah air.
Keistimewaan itu memungkinkan saya untuk berbagi Cardano dari beberapa perspektif sekaligus. Perspektif sebagai perempuan Indonesia yang ingin melihat lebih banyak wanita terlibat di Web3. Perspektif sebagai pendidik yang ingin menyederhanakan hal-hal rumit. Dan perspektif sebagai seseorang yang tumbuh di negara di mana bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari.
Ya, Cardano telah membawa saya sejauh ini untuk terus belajar bahasa Inggris. Saya tidak akan berbohong—ini adalah tantangan besar, khususnya bagi warga negara Indonesia. Kami tidak menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian kami. Bagi kami, setiap rapat, setiap dokumen proposal, setiap istilah teknis seperti on-chain governance, delegated representative, atau treasury withdrawal adalah rintangan tersendiri.
Namun, justru tantangan inilah yang memotivasi saya. Ini yang membawa saya untuk terus belajar dan mencoba menginterpretasikan apa yang terjadi dalam Cardano ke dalam bahasa Indonesia, ke dalam kalimat yang lebih mudah dipahami. Saya ingin teman-teman di Bandung, di Surabaya, di Makassar, tidak merasa terintimidasi oleh Cardano. Mereka cukup tahu bahwa Cardano adalah ruang untuk mereka juga.
Selama menjabat sebagai anggota MCC, salah satu tugas yang paling berkesan adalah berpartisipasi dengan teman-teman dari berbagai regional yang berbeda. Saya ingat diskusi panjang bersama anggota dari Sri Lanka dan Amerika Utara. Duduk bersama mereka untuk membahas Key Performance Indicators (KPI) Intersect Hub. Kami mengamati apa saja yang membuat komunitas di berbagai negara memiliki pola tertentu dalam menyampaikan informasi tentang Cardano.
Diskusi ini sungguh luar biasa. Kami bertukar cerita tentang bagaimana para pegiat di Colombo mengadakan pertemuan di tengah krisis ekonomi. Kami belajar dari rekan-rekan di Amerika Utara tentang bagaimana mereka mempertahankan konsistensi meetup mingguan. Setiap wilayah membawa tantangan dan keunikan masing-masing. Dari situ, kami punya bahan yang luar biasa untuk silang informasi. Kami bisa saling memberi inspirasi. Dan yang paling penting, semua pengetahuan itu bisa saya bawa pulang ke Indonesia, untuk mengembangkan Cardano di negara saya dengan cara yang sesuai dengan budaya dan kebutuhan kami.
Satu tahun ini mengajarkan saya bahwa tata kelola bukanlah tentang menjadi yang paling pintar di ruangan, tetapi tentang menjadi yang paling mau mendengar. Dan saya bersyukur, Cardano memberi saya ruang untuk itu.
-– Salam hangat dari Indonesia,
Fanny Wijaya
MCC Member & Cardano Ambassador Indonesia